Foto: Devian Art

Zetizen.com - Siapa yang kalau ada petir langsung tutup telinga? Bagi para penderita astraphobia (takut pada petir), petir emang momok menakutkan di musim hujan begini. Biasanya kita akan langsung paranoid, dan melakukan segala hal untuk menghindari sambaran petir. Bahkan, menyelamatkan diri berdasarkan mitos-mitos. Eh, udah yakin belum mitos itu benar? Yuk cek dulu deretan fakta dan mitos tentang petir berikut ini.

Baju Merah Sasaran Petir

(foto:Teedep)

Kita gak pernah tau siapa yang menyebarkan isu ini. Tapi menurut para ahli baju merah tidak ada sangkut pautnya dengan petir. Karena baju adalah isolator, yang berarti nggak bisa menghantarkan pentir. Bahkan warna tidak ada hubungannya dengan terkenanya petir saat hujan turun. Petir itu nggak diskriminatif, guys. Semua bisa jadi sasarannya dan nggak tergantung sama warna baju!


Pengguna Peralatan Elektronik jadi Sasaran Petir

(foto:Youtube)

Kita semua tahu bahwa peralatan elektronik seperti ponsel, TV, radio, pemancar atau apapun yang menghasilkan sinyal rambatan arus bisa memicu petir untuk menyambarnya. Namun menurut ilmuwan dan ahli bidang kelistrikan, listrik statis dan gelombang elektromagnetik adalah dua hal yang berbeda. Petir hanya bisa merambatlewat media jaringan kabel listrik, kabel telepon, jaringan pipa air serta beton bertulang. Jadi, menurut mereka tidak hubungannya antara petir dengan gelombang radio.

Tapi harus tetap hati-hati ya.. karena penggunaan di tempat yang salah misalnya di tempat terbuka atau yang lainnya tetap bisa memicu sambaran petir karena di dalam masing-masing perangkat tersebut terdapat komponen yang terbuat dari lempengan logam.


Kalau Hujan Sembunyi di Bawah Pohon

(foto:Pinterest)

Hmm.... Kalo hujan sering banget liat orang-orang pada ngumpul di bawah pohon, sekalian berteduh. Iya kalian mungkin nggak akan basah, tapi jangan sampai kalian malah gosong! Soalnya menurut National Weather Service US, petir cenderung menyambar obyek yang tinggi seperti gedung dan pohon. Karena muatan listrik pada awan petir tidak stabil, untuk menstabilkannya petir akan mencari dan menyambar benda yang terdekat dengan awan petir itu, seperti pohon yang tinggi kemudian dialirkan ke dalam tanah.

So, pohon itu tempat yang buruk buat berteduh kalau di langit lagi banyak petir!


Mobil Melindungi Kita dari Petir

(foto:Youtube)

Berdasarkan penelitian komunitas mobil terbesar di Jerman, ADAC (General German Automobile Club), mobil sebenarnya berfungsi sebagai sangkar yang mampu menangkal listrik. Bahkan logam pada bodi mobil mampu mengalihkan muatan listrik dari petir yang dayanya bisa mencapai ratusan juta volt, langsung ke tanah! Terlebih, ban mobil juga terbuat dari karet, sehingga secara teknis orang yang di dalam pasti aman dari sambaran petir.

Namun perlu diperhatikan, jangan sampai kamu memainkan HP yang di-charge di mobil ketika lagi ada petir. Kalau petir menyambar mobilmu, maka sengatannya bisa mengalir lewat saluran kabel yang terhubung ke HP kamu itu!


Sembunyi di dalam Rumah lebih Aman

(foto:WTSP)

Rumah pasti jadi pilihan pertama bagi tiap orang dalam mencari tempat berlindung. Termasuk ketika ada hujan badai dengan petir yang mengancam. Tapi sebenarnya, rumah belum tentu 100% aman, loh. Seperti penjelasan sebelumnya, petir bisa merambat di jaringan kabel listrik, pipa air, dan tulang beton. Dan benda-benda seperti itulah yang banyak sekali terdapat di rumah. Jadi kalau sudah mulai muncul tanda-tanda akan petir, segera cabut segala charger atau colokan yang masih teraliri listrik. Minimal, hindari main HP  sambil di-charge saat hujan

Biar makin aman, siapin juga sandal yang terbuat dari karet di rumah. Pakai sandal itu ketika hari hujan, agar kaki kita nggak langsung menyentuh tanah. 


Kita akan Ikut Tersengat bila Menolong Orang yang Tersambar Petir

(foto:Devian Art)

Ketika seseorang tersambar petir, kemungkinan besar akibatnya akan sangat fatal. Korban biasanya akan mengalami luka bakar parah, bahkan meninggal. Namun ketika korban masih menunjukkan tanda kehidupan, selayaknya kita harus secepatnya memberikan pertolongan.

Meski sebelumnya tubuh korban mendapat sengatan dari ratusan juta volt, ketika sambaran telah berlalu, maka tubuh korban sudah tidak lagi mengandung muatan listrik karena telah dialirkan kembali ke dalam tanah. Soalnya, tubuh manusia bukanlah penghantar listrik. Jadi kalau kamu menjumpai situasi itu, jangan biarkan orang lain mati hanya karena mitos ini ya, guyss!

Source: Weather, How Stuff Work

Editor: Fahri Syadia


Share
Create Your Own Article!