Antangin Zetizen Percussion Combat
Ditemani maskot sekolahnya, SMAN 8 Surabaya tampil memukau (Foto: Caroline C. Kezia)

 

Zetizen.com - You got a head, a head full of dream. Yap, semua orang tentu punya mimpi. Nggak terkecuali orang-orang dengan ekonomi, fisik, atau jabatan yang kurang mendukung. Apalagi, ada stigma buruk masyarakat terhadap pemulung.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini peserta Antangin Zetizen Percussion Combat 2k17 dari SMAN 8 Surabaya mengangkat tema Pemulung. Wow, that’s really unique! 

Kemarin (10/11), SMAN 8 Surabaya memamerkan kemampuan mereka bermain alat musik perkusi. Tak hanya tema yang unik, alat yang digunakan pun cukup sederhana.

Dengan memanfaatkan barang bekas, mereka menunjukan bahwa aransemen yang kece tidak harus bergantung pada bagus tidaknya alat, melainkan dari kompak tidaknya grup.

Tema Pemulung yang diusung bukan sekedar tanpa tujuan. Mereka ingin mengingatkan masyarakat bahwa serendah apapun manusia, dia tetap memiliki mimpi.

"Karena kami ingin membuktikan kalau pemulung itu juga bisa berkarya, punya mimpi, dan percaya diri," ungkap Galih, salah seorang anggota Wolumania, nama grup perkusi SMAN 8 Surabaya.

.

.

Tampil pede dengan alat musik rancangan sendiri (Foto: Caroline C. Kezia)

 

Dengan memainkan aransemen yang terasa familiar, Wolumania berhasil mencairkan suasana SSCC Supermall Pakuwon menjadi lebih fun. Apalagi, mereka juga mengusung ide unik. Yaitu, cuplikan drama singkat pada penutupnya. Cuplikan tersebut membuat grup perkusi Wolumania ini berbeda dari yang lain. Melalui cuplikan itu pula mereka mempromosikan keunggulan Antangin Mint sebagai produk penjaga kesehatan yang sangat berguna bagi anak muda dengan segudang aktivitas.

Salah satu cuplikan drama yang dimainkan Wolumania (Foto: Caroline C. Kezia)

 

Wah, keren banget ya. Semoga makin mantap deh!

 

| UBS Zetizen Journalist Blog 2k17: Blog of the Day

| SMA Frateran Surabaya

Share
Create Your Own Article!