Zetizen.com - Buat yang tinggal di kota-kota besar, kalian pasti mengeluhkan polusi udara di daerah kalian. Tapi separah apapun polusi di kota-kota Indonesia, kita patut bersyukur, apabila menengok polusi yang terjadi di New Delhi, ibukota India ini. Udara tak lagi jernih, bagaikan kabut menutupi kota. Bahkan, tingkat polusinya setara merokok 50 batang sekaligus!

 

Foto: Irish Times

Sampai Disebut sebagai “Kamar Gas”

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi Kota New Delhi seperti kota mati. Bukan karena penduduknnya pada menghilang, tapi karena kabut tebal yang menyelimuti jalanannya. Kabut itu pun bukan sembarang kabut, Melainkan gumpalan polusi udara.

Yap, Air Pollution Index (AQI) mencapai angka 999 di beberapa tempat di New Delhi. Angka tersebut mencapai 30 kali lipat standar udara yang ditentukan oleh World Health Organization (WHO. Bahkan, angka itu juga berarti setara dengan merokok 50 batang sekaligus. Nggak kebayang deh gimana kacaunya!

Terdapat pula partikel PM 2.5 yang berbahaya dan bisa mengendap di paru-paru kamu, yang jumlahnya hingga 700 microgram per meter kubik. Lagi-lagi angka itu jauh di atas standar WHO, 60 microgram per meter kubik. Makanya, pemerintah menghimbau seluruh warga untuk sebisa mungkin berkegiatan di area indoor.

Saking kacaunya, pemerintah sendiri juga sepertinya geram dengan kondisi di New Delhi. Arvind Kejriwal, chief minister kota tersebut bahkan melabeli daerah tempat tinggalnya dengan sebutan “Kamar Gas”.

Foto: Twitter

 

Memicu Resiko Berbagai Penyakit

Tentu saja, kualitas usaha yang memasuki tahap kritis itu amat berbahaya buat penduduk Delhi. Polusi tersebut berpotensi memicu serangan asma, paru-paru, dan serangan jantung. Gimana enggak, menghirup udaranya aja udah bikin ingin iritasi, sesak, bahkan muntah.

“Udaranya terasa seperti asap rokok. Aku merasakan iritasi di tenggorokanku,” sebut Rakesh Kumar, seorang warga Delhi kepada CBS News.

Nggak cuma penyakit, polusi udara tersebut juga menyebabkan kekacauan lalu lintas. Yap, gara-gara “kabut”, jarak pandang jadi makin pendek. Dampaknya, sejumlah kecelakaan terjadi di jalanan New Delhi. Nggak heran, beberapa transportasi penting seperti pesawat dan kereta api tertunda. Bahkan, sekolah pun ditutup.

 

Foto:  Civils Daily

Gabungan dari Emisi dan Faktor Alam

Kalau gitu pertanyaannya, kok bisa sih udara di New Delhi sebegitu parah? Ternyata, penyebabnya dikarenakan oleh gabungan dari ulah manusia dan faktor alam. Sama seperti Jakarta, New Delhi adalah kota besar yang padat penduduk, banyak kendaraan dimana-mana yang menimbulkan pencemaran udara.

Masalahnya, ada faktor alam yang bikin pencemaran udara menumpuk di New Delhi. Penyebabnya adalah arus angin yang sangat rendah. Arus angin di Delhi menurut data tahun 2016 berkisar 1,8 meter per detik, turun drastis dari 3,4 meter per detik tahun 2015. Jadi, polusi udara di Delhi semakin menumpuk dari hari ke hari, karena nggak ada angin yang menggiringya pergi.

Yang jelas, hingga saat ini belum ada solusi real yang ditawarkan oleh pemerintah India maupun pihak-pihak yang berhubungan. Namun pemerintah banyak menghimbau penduduknya buat nggak menaiki kendaraan pribadi, dan bepergian dengan transportasi umum. Tentu, cara itu diharapkan bisa mengurangi polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor.

Wah, nggak pengin kan kota-kota Indonesia nanti jadi seperti New Delhi? Yuk mulai lebih ramah sama lingkungan!

 

Source: CBS News, Arstechnica, Wall Street Journal

 

Share
Create Your Own Article!