Source: GlobeIn
Foto: Globe In

Zetizen.com - Akhir akhir ini, banyak band indie di Indonesia yang makin berkembang. Semakin easy listening dan semakin kreatifnya musik yang ditawarkan memberikan dampak besar kepada band band tersebut untuk lebih menjamah masyarakat mainstream. Tapi masalahnya, banyak yang salah memahami dunia indie, dengan menganggapnya sebagai genre, atau bahkan fashion style. Nah sebenarnya, apasih arti indie itu sendiri?

 

Indie = Independent

Foto: Fungyun

Indie adalah singkatan dari kata independent, yaitu sifat sifat yang 'mandiri', 'bebas', 'merdeka'. Dalam dunia musik, indie berarti melakukan Do-It-Yourself approach saat melakukan rekaman dan publishing. Dan tak jarang, musisi indie mendirikian label mereka sendiri untuk melakukan rekaman dan publishing tersebut. Dalam publishing atau perilisan itu, musisi indie biasanya menyebarkan hasil karya mereka kepada kerabat mereka, dan ada juga yang melakukan konser-konser sederhana di kota-kota besar.

Hal tersebut menjelaskan bahwa memang musisi indie bergerak untuk promosi secara mandiri tanpa bantuan dari label rekaman besar (major label). Indie awalnya juga digunakan untuk membedakan antara musisi independen dan musisi lain yang terikat label-label besar. Hal itu berdasarkan fakta bahwa mereka berada pada label rekaman independen, yang tentu saja lebih bebas dan ekspresif karena tidak ada yang membatasi mereka dalam membuat suatu karya. Jadi, dapat diartikan bahwa indie merupakan jalan bagi para pegiat seni yang lebih memilih untuk berkarya secara bebas dan independen.

Karena itu, penggunaan kata indie sendiri meluas nggak cuma dalam bidang musik aja, tapi juga ke bidang lain seperti buku. Sama seperti musik, buku indie merujuk pada buku yang tidak diterbitkan oleh penerbit mainstream

 

Indie Bukan Genre!

Foto: Youtube

Pemahaman ini masih banyak dianut oleh banyak orang, dan sayangnya salah besar. Jika melihat pada penjelasan, jelas indie bukanlah genre, namun gerakan mandiri musisi tersebut, mulai dari recording hingga publishing dilakukan secara sendiri. Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif pada suatu genre, menjelaskan perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dll.

Musisi indie juga biasanya menciptakan lagu sesuka mereka, tidak mengikuti tren pasar. Maka, tidak jarang lagu-lagu karya musisi indie dapat dibilang unik dan berbeda dengan lagu kebanyakan. Ternyata, sebagian band indie seperti misalnya Payung Teduh atau Efek Rumah Kaca berhasil sukses di telinga kalangan mainstream. Namun, akhirnya ada sebagian orang yang menganggap indie sebagai genre.

Hal itu pun disayangkan sama pelaku musik indie sendiri, seperti misalnya Adryan, personel band Poem & Wars. "Masyarakat mulai bisa menerima jenis musik yang lebih variatif. Tapi sayangnya, banyak yang salah kaprah, sampe-sampe menganggap indie itu sebuah genre. Atau bahkan, kini mulai merambah menjadi lifestyle," terangnya.

Jadi perlu ditekankan lagi, indie itu bukan lah genre, coy!

 

Indie Saat ini Di Indonesia

Foto: Jawa Pos

Tren indie berkembang di Indonesia pada era 80-an, dan seiring banyaknya musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label. Lalu, indie terus berkembang hingga saat ini. Berlanjut tahun 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat itu, muncul band-band legendaris seperti Mocca, Pas Band, Pure Saturday, NAIF, Efek Rumah Kaca (ERK), Goodnight Electric, dan masih banyak lagi.

Sedangkan pada saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Band-band seperti Barasuara, Payung Teduh, Pandai Besi, White Shoes & The Couples Company, Fourtwnty, Float, Reality Club, Elephant Kind, Stars and Rabbit, dan masih banyak lagi berhasil menjadi warna baru dalam industri musik Indonesia meskipun dengan rekaman dan promosi mandiri.

Namun pada akhirnya, perkembangan indie tersebut dibarengi dengan pergesaran makna indie itu sendiri. Nggak hanya salah mengartikan sebagai genre, indie seolah jadi gaya hidup, bahkan dianggap sebagai style fashion. "Pergeseran pastinya di kata "indie" itu dijadikan stigma untuk menggambarkan fashion seseorang atau jenis musik folk yang mengandung lirik seperti sore, senja, kopi, dan alam sekitar", sebut Rafif (22), salah seorang seniman kolase di Surabaya.

Hal senada juga diutarakan oleh Zahra (19). Menurutnya, pergeseran makna indie malah menjadi suatu tingkat eksistensi seseorang. "Akhir akhir ini, sering terlihat orang menjadikan indie sebuah gaya. Dari cara berpakaian, sampai ikut-ikut konser musik yang menghadirkan musisi indie. Tapi mirisnya, dia tidak tahu siapa musisi itu, namun datang kesana hanya untuk ikut kejar eksis gitu," ungkapnya. 

Intinya, boleh banget kalau kita pada kepo atau interest tentang hal-hal berbau indie. Malahan, mereka juga bukan dukungan kita. Yang penting, kita sendiri juga harus paham apa arti dari indie itu. Indie bukan berarti harus folk, bukan berarti harus metal, bukan berarti gaya bajunya harus retro. Siapapun yang berkarya secara mandiri, itu lah anak-anak indie.

 

Editor: Fahri Syadia

Share
Create Your Own Article!