Sanjose, SMA Santo Yoseph Denpasar sukses merebut tiket terakhir playoff Honda DBL Bali Series 2017.

foto: Miftahuddin/Radar Bali

Zetizen.com - Honda DBL Bali Series 2017 sudah memasuki babak playoff big 12. Seluruh tim yang berhasil mendapat tiket, tentu akan  mempersiapkan diri lebih matang sebelum bertemu tim-tim hebat lainnya. Di sektor putra, dua finalis tahun lalu, yakni Smansaden, julukan SMAN 1 Denpasar dan Resman, julukan SMAN 2 Denpasar sama-sama sukses menembus babak playoff. Dengan status juara grup. Keduanya bermain lepas pada laga akhir grup.

Smansaden yang bertemu dengan Dosman, SMAN 1 Gianyar Bali pada pertandingan terakhirnya di grup A tampak sedikit kualahan di kuarter pertama. Hal ini disebabkan oleh permainan SMAN 1 Gianyar Bali yang tak ingin tumbang di laga terakhirnya. Namun, Smansaden yang memiliki fundamental skill lebih baik berhasil mengontrol pertandingan di akhir kuarter pertama. Wijayanata Kesawa guard Smansaden berhasil menutup kuarter pertama dengan skor 9-3. Dua kuarter selanjutnya, Smansaden makin membara. Dengan materi pemain yang rata tak membuat permainan mereka menurun ketika melakukan rotasi pemain. Hingga akhirnya, Smansaden mengunci kemenangan dengan skor 48-18.

Usai pertandingan, IGN Rusta Wijaya, coach Smansaden mengaku anak asuhnya memang sedikit goyah di kuarter pertama. Hal ini dikarenakan anak asuh Rusta Wijaya masih memiliki sedikit rasa grogi. “Tahu sendirilah bagaimana atmosfer DBL. Mereka masih ada sedikit keegoisan. Saya sudah bilang, jangan bermain dengan membawa nama punggung. Tapi lambang Smansa di bagian depan,” terangnya. Mantan pemain Pelita Jaya itu menambahkan, evaluasi mendasar dilakukan kuarter per kuarter saja. Menurut coach Rusta, sejauh ini timnya masih bermain sesuai ritme permainan yang diterapkan.

Sementara itu, I Ketut Bintara Suyasa, pelatih Resman mengungkapkan mereka sudah bermain lebih baik. Putra Resman menang 53-17 atas SMA JB School Badung mengakhiri laga di grup E. “Intinya ada perkembangan dan peningkatan. Yang penting fokus di lapangan yang dibenahi,” ujarnya. Ia menilai, Resman tidak fokus dan masih terpengaruh dengan penonton. Di babak playoff nanti, Bintara mengaku masih belum memikirkan apa yang akan dilakukan.

Dua tiket playoff lainnya kemarin menjadi milik SMA Soverdi yang menang atas SMAN 3 Denpasar dan menjuarai grup G. Sedangkan tiket playoff putra terakhir disabet SMA Santo Yoseph Denpasar, meredam SMA Tunas Daud Denpasar. Cowok Sanjose pun berhak menyandang predikat juara grup I.

Share
Create Your Own Article!