Zetizen.com - Seperti yang kita tau, makanan itu gampang banget rusak dan kadaluarsa. Sedikit aja kamu lupa dan membiarkannya di tempat terbuka, bakteri dan kotoran udah pasti nempel dan bikin makananmu basi.

But did you know, ternyata ada beberapa makanan yang bisa bertahan lama meski tanpa perlindungan khusus. Ini karena makanan tersebut mengandung zat yang mampu mencegah perkembangan bakteri lebih lanjut. Hal ini pun bisa terjadi jika makanan tersebut tidak menyediakan tempat yang cukup nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak. Penasaran? Yuk, simak apa saja!

 

Madu

(foto:More than a candle)

Madu dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan ada beberapa jenis yang nggak bisa kadaluarsa. Sebab, madu mengandung sedikit air, namun diperkaya kadar gula yang sangat tinggi. Jadi, bakteri nggak bisa tumbuh dan berkembang biak. Madu juga mengandung sedikit hidrogen peroksida, yang menghambat pertumbuhan mikroba.

Selain itu, pemanis alami ini juga memiliki molekul "higroscopic", yang artinya daya madu untuk mampu menyerap air itu sangat bagus sekali. Hal ini juga dipengaruhi oleh struktur madu yang sangat kering. Bahkan, umur panjangnya pun dibuktikan saat ditemukannya madu mentah di sebuah makam Mesir.

 


Kacang-Kacangan Kering

(foto:Eat Well Utah)

Sama kayak madu, kacang-kacangan punya konsentrasi gula yang tinggi dan otomatis kadar airnya turun, dan membuat bakteri dan jamur susah untuk tumbuh.

Selama disimpan dengan baik dan terhindar dari air, oksigen, dan cahaya, makanan ini akan bertahan dengan sangat lama bahkan selamanya. Namun jika terkontaminasi, maka hanya akan bertahan selama beberapa bulan saja.


Kecap

(foto:Epicurious)

Meski tetap punya masa kadaluarsa, kecap sebenarnya termasuk makanan yang bisa bertahan sangat lama. Tapi, selama kecap itu masih tertutup rapat dan belum pernah dibuka sama sekali, kemungkinan besar ia akan bertahan hingga selamanya.

Kombinasi pas antara fermentasi kacang kedelai dan juga garam, jadi alasan dibalik daya tahan kecap yang lama ini. FYI, semakin tinggi kadar sodium di dalamnya, maka akan semakin lama pula kecap dapat bertahan.


Cuka

(foto:Walmart)

Yang membuat vinegar alias cuka menjadi awet adalah sifat keasaman yang dimilikinya. Ketahanan itu didapatnya dari proses fermentasi lewat bakteri Acetobacter yang membuat bakteri pengurai jadi susah tumbuh.

Di saat cuka putih mampu untuk bertahan tanpa batasan waktu, cuka lain mungkin akan berubah warna atau bahkan menghasilkan endapan. Meskipun rasanya sedikit berubah, tapi jangan khawatir soal kualitasnya. Masih terjamin kok.

 


Pemmican

(foto:zzarchov)

Makanan ini pertama kali dibuat oleh suku Indian, atau Native-American, yang kemudian dibuat juga oleh orang-orang Eropa. Pemmican sendiri terbuat dari daging mamalia liar berbadan besar, seperti kerbau, rusa, bison, ataupun yang lainnya. Sama kayak madu, Pemmican bisa bertahan dalam jangka waktu indefinite. FYI, makanan yang satu ini pernah menjadi makanan bala tentara Inggris saat Second Boer War (1899-1902) terjadi.

Cara pembuatannya pun cukup mudah. Daging tanpa lemak berprotein tinggi itu dicincang dan dikeringkan dengan menaruhnya di atas api terbuka. Setelah itu, dicampur dengan lemak dan menekannya hingga menjadi kue kecil. Karena dibuat dari daging, Pemmican can be a great survival food. Sebab, tidak perlu dimasukkan kulkas, dimasak, ataupun dipanasi.


Beras Putih

(foto:Youtube)

Kalau udah dibuat jadi nasi, makanan ini emang bakal cepet basi. Tapi, beras putih terbukti mampu bertahan dan dapat dimakan meski telah disimpan selama 30 tahun di dalam kaleng. Yang menjadi kunci dari ketahanan beras yang begitu lama adalah persoalan suhu dan atmosfer. Suhu rendah sekitar 3 derajat Celcius dan kondisi dimana kadar oksigennya sedikit menjadi hal yang sangat penting untuk ketahanan beras itu sendiri.

Meskipun beras coklat dikenal jauh lebih sehat ketimbang beras putih. Sayangnya, jenis beras coklat mengandung lemak tak jenuh yang nantinya bisa berubah menjadi tengik dalam waktu beberapa bulan saja.


Garam

(foto:Readers Digest)

Secara sederhana, garam menarik air untuk keluar. Saat bakteri mencoba untuk tumbuh, butiran garam akan sedikit mengkerut. Hal yang sama terjadi pula pada gula. Itulah mengapa garam dan gula dapat bertahan lama.

Simpan garam di tempat yang tertutup rapat untuk menghindari penyerapan air. Maka garam bisa bertahan sangat lama. Since salt is a mineral, it cannot spoil. Sayang, penambahan iodin pada garam justru malah mengurangi masa ketahanannya sekitar 5 tahun.


Gula

(foto:Emaze)

Semua jenis gula, entah itu gula putih, coklat, ataupun bubuk, semuanya akan bertahan selamanya. Gula tidak mendukung bakteria untuk dapat berkembang. Dengan kondisi yang ada, tak heran jika makanan justru akan semakin tahan lama jika ditambahkan gula di dalamnya.


Susu Bubuk

(foto:Alliexpress)

Susu bubuk menjadi salah satu andalan di tempat persediaan bantuan makanan maupun di posko penampungan saat tidak tersedianya susu segar. Susu bubuk bertahan sangat lama saat dijaga dalam kondisi kering dan tertutup. Sangat mudah untuk mengetahui kualitas susu bubuk ini. Jika warnanya berubah kuning, itu berarti sudah waktunya untuk membuang susu bubuk tersebut.

Nah, nggak ada salahnya bukan untuk menyimpan kesembilan makanan di atas untuk persediaan. Sangat berguna dalam keadaan terdesak maupun di saat hal yang tak diharapkan terjadi, seperti badai atau yang lainnya menghadang untuk kita keluar rumah.

Sumber: Off the Grid News, Business Insider, The Conversation, Aol

Editor: Bogiva


Share
Create Your Own Article!