Zetizen.com - Travelling sekaligus pergi ke tempat-tempat baru yang sebelumnya belum pernah kita kunjungi memang sangat menyenangkan. Apalagi kalau kamu berhasil menemukan tempat tersembunyi yang indah dan belum banyak diketahui orang lain. Wuih udah kayak hidden paradise aja rasanya.

Tapi, hati-hati ya, Guys. Sebab, nggak semua tempat di alam itu ternyata bagus buat kamu kunjungi. In fact, banyak tempat-tempat yang terlihat unik dan indah namun ternyata super berbahaya, bahkan mematikan kalau sampai kamu kunjungi. Di mana aja ya tempat-tempat itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Death Valley, USA

(foto:National Parks Conservation)

Dataran seluas lebih dari 225 km yang terhampar bebas di bagian timur California ini kelihatannya emang indah banget. Namun siapa sangka, lembah yang juga merupakan taman nasional milik Amerika ini ternyata super berbahaya, lho.

Death Valley memiliki iklim subtropis, dengan musim kemarau yang super panas dan lama serta sedikit hujan. Saat musim kemarau, suhu di daerah tersebut bisa mencapai 57 derajat Celcius. Suhu terpanas yang ada dimuka bumi ini. Sedangkan saat ada badai di daerah pegunungan, banjir bandang akan tiba-tiba menerjang dan memenuhi daratan lembah.

Beberapa bagian tanahnya pun mengandung garam, yang artinya hampir mustahil buat tumbuhan bertahan hidup di wilayah ini. Tapi bukan berarti nggak ada makhluk hidup yang survive didalamnya. Bunga liar seperti Mariposa Lily ataupun Yellow Eye Lupine, akan sangat mudah tumbuh setelah terkena sedikit air hujan. Banyak pula jenis burung, mamalia, dan reptil yang menaungi lembah kematian tersebut. Seperti, coyote, bighorns, sidewinder rattlesnake, dan chuckwalla.

Kalau berkunjung kesini, pastiin kamu udah membawa cukup perbekalan dan kendaraan untuk pulang. Sebab kalau sampai tersesat atau kehabisan perbekalan... Duh pasti bakal nyusahin banget deh.


Danakil Desert, Ethiopia

(foto:Pinterest)

Padang pasir yang satu ini merupakan salah satu tempat terpanas sekaligus paling nggak bersahabat di dunia. Sebab, Danakil is a huge volcanic wasteland. Tanahnya dipenuhi sulfur panas yang seolah meleleh dibawah kaki, plus deretan kantung-kantung vulkanik aktif bikin daerah ini jadi sangat berbahaya.

Ciri yang paling kentara dari tempat mematikan yang satu ini adalah minimnya kadar oksigen hampir di seluruh wilayahnya. Udaranya terbakar serta terkontaminasi gas beracun. Bahkan, mengunjungi tempat ini dalam waktu singkat sekalipun bakal mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Ini karena tingginya kadar gas beracun dari belerang yang ada di udara.

Gurun seluas kurang lebih 100.000 km persegi ini pun memiliki suhu yang hampir tak pernah turun dari angka 50 derajat Celcius. Pemandangannya yang seolah mirip dengan dataran planet Mars, terbentuk oleh endapan garam serta danau yang penuh dengan asam sulfat. Terik matahari, jenuhnya udara dengan uap belerang, dan segala kengerian lainnya rupanya tak menghalangi wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung dan memuaskan hasrat penasarannya. Hmm siap-siap masker gas anti racun deh kalau ke sini.


Ilha da Queimada Grande, Brazil

Bothrops insularis (foto:National Geographic)

Biasa dikenal dengan nama Snake Island, pulau kecil seluas kurang lebih 0,43 km ini dihuni oleh ular dengan jumlah yang sangat banyak. Bahkan, peneliti memperkirakan ada lima ular mematikan dalam setiap satu meter perseginya. Jangankan untuk berjalan-jalan, untuk mendarat di pulau ini saja sudah sangat berbahaya.

Queimada Grande juga sangat terkenal sebagai tempat tinggal salah satu jenis ular paling mematikan di dunia, yaitu golden lancehead viper (Bothrops insularis). Racunnya dapat menyebabkan gagal ginjal, nekrosis jaringan otot, pendarahan otak, serta pendarahan usus. Hal ini mampu membunuh manusia dalam waktu kurang dari satu jam.

Tak heran jika pulau ini resmi ditutup karena udah memakan banyak sekali korban. Mulai dari ilmuwan, peneliti, hingga wisatawan. Hanya orang-orang tertentu dan dengan ijin khusus saja yang mampu memasuki wilayah mematikan tersebut. Namun nggak bisa dimungkiri kalau minimnya campur tangan manusia di pulau ini membuat pemandangannya benar-benar indah.


Mount Washington, New Hampshire

(foto:National Geographic Kids)

Ini dia salah satu natural attractions yang paling terkenal di wilayah timur laut Amerika Serikat. Sekilas, gunung yang hanya setinggi 1,917 m ini akan terasa sangat mudah untuk ditaklukan. Namun siapa sangka, area gunung itu merupakan wilayah paling berangin di dunia. Tercatat rekor kecepatan angin tertingginya adalah 372 km/jam di daerah pegunungan.

Kaki bukit gunung Washington pun sangat berbahaya saat musim dingin tiba. Karena blizzards alias badai salju akan hadir setiap harinya. Di kaki gunung terdapat stasiun meteorologi paling ekstrem di dunia. Bangunan itu dilengkapi perangkat khusus yang tahan terhadap berbagai perubahan iklim yang ada. Serta mampu menahan kecepatan angin hingga 500 km/jam.

Selama bertahun-tahun gunung Washington selalu jadi incaran wisatawan maupun fotografer yang tak peduli dengan ancaman dan reputasi gunung ini. Demi melihat sendiri keindahan alami yang dijanjikan gunung Washington. Meski ada beberapa tempat yang aman untuk dilalui, pergi bersama pemandu adalah hal yang wajib.


Catatumbo River, Venezuela

(foto:Pinterest)

"Lightning never strikes the same place twice", pernah dengar kata-kata itu nggak? Sayangnya, hal itu nggak berlaku di Venezuela, lho. Dimana tercatat 1,2 juta petir pertahunnya, 260 hari berbadai dalam setahun, dan sekitar 28 petir yang menyambar di setiap menitnya. Electric spot-nya adalah sungai Catatumbo dan danau Maracaibo, yang merupakan the most lightning-struck place on earth.

Hal ini dipengaruhi oleh deposito uranium yang terkandung dalam batuan dasar yang akhrinya mampu menarik lebih banyak petir. Konduktivitas udara di atas danau juga berpengaruh karena didorong oleh banyaknya metana dari ladang minyak yang ada dibawahnya. Teori lain yang juga telah dibuktikkan adalah adanya potensi kombinasi keadaan topografi dan arah angin.

Catatumbo lightning is bright enough, bisa terlihat sejauh 400 km yang biasa dimanfaatkan oleh para pelaut untuk navigasi. Badai yang paling spektakuler terjadi saat wet season di sekitar bulan Oktober. Dan off saat musim kering di bulan Januari dan Februari.

So, tempat mana nih yang berani kalian kunjungi?

Editor: Bogiva

 

 

sumber: National Geographic, Oranges Smiles, VOA Learning English, BBC News.

 

 


Share
Create Your Own Article!