Bikin Latte Art Ternyata Gampang Loh!
| 3512 views | 201 comments

Zetizen.com - Latte art dipopulerkan oleh David Schomer, barista asal Amerika Serikat dan pemilik gerai kopi Vivace pada akhir 1988. Kini latte art jadi bagian seni kuliner yang dikuasai hampir semua barista. Kamu juga bisa bikin latte art sendiri loh! Kali ini, Zetizen Team barengan Kak Valdi Haris, barista Calibre Coffee Roaster Surabaya bakal sharing pengetahuan dasar latte art dan video cara bikinnya. Keep scrolling! (ndy/sam)

Valdi Haris, barista asal Surabaya. Foto: dok. pribadi
Latte art buatan barista Valdi Haris. Foto: Ical Zetizen Team

Material:

  • Fresh milk (bukan susu UHT)
  • Espresso 20-30 ml
  • Milk jug
  • Cup
  • Mesin espresso
  • Nozzle streamer

 

What You Need to Know First:

  • Proses frothing alias pembentukan microfoam susu mempengaruhi hasil akhir latte art. Pertama, panaskan fresh milk dalam milk jug menggunakan nozzle steamer pada suhu 55 derajat Celcius. Kalau microfoam berhasil terbentuk, proses pouring (penuangan) akan berjalan mulus.
  • Kadar espresso yang diperlukan dalam membuat latte art sekitar 20-30 ml per cup. Krema atau lapisan coklat di permukaan espresso dipecah sehingga kopi tercampur dengan microfoam susu. Dalam mencampur kopi dan membuat latte art, bukan cangkir kopinya yang digoyangkan. Melainkan ketrampilan tanganmu mengarahkan milk jug
  • Teknik free pouring digunakan buat memanipulasi jatuhnya foam ke dalam espresso. Tebal tipisnya foam bisa diatur dengan mengatur jarak antara milk jug dan cup. Jika jarak tuangnya berdekatan, bakal menghasilkan foam yang tebal dan sebaliknya.

 

Let’s Get Started!

Heart Pattern

Inilah pattern latte art dasar yang pertama kali wajib dikuasai seorang barista. FYI, heart pertama kali dipatenkan David Schomer pada 1989 sebagai merek dagang gerai kopinya. Cara bikinnya dengan memecah krema kopi dan mencampur dengan gerakan memutar milk jug. Miringkan sedikit cup, lalu tuang microfoam susu dengan jarak berdekatan dari cup. Setelah cup hampir penuh, buat garis tipis di tengah untuk membentuk lengkungan hati.  

Rosetta Pattern

David Schomer menyempurnakan teknik membuat rossetta pada tahun 1992 setelah terinspirasi pola rosetta dari gerai kopi Italia bernama Maleki. Hampir sama dengan pola membuat heart, tetapi membutuhkan gerakan zig-zag pada saat free pouring. Setelah hampir penuh, tarik garis tipis di tengah untuk membuat lengkungan batang daun rosetta  

Tulip Pattern

Pembuatannya hampir sama seperti heart. Hanya, diperlukan proses menuang secara berulang-ulang. Tuangkan microfoam susu hingga membentuk titik-titik putih besar. Kemudian, buat tumpukan lingkaran besar. Jika cup sudah hampir penuh, posisikan cup secara vertical dan tarik garis ke dalam agar pola gambar membentuk bunga tulip.

Swan Pattern

Bentuk ini merupakan kombinasi dari pola heart, rossetta dan tulip. Pertama, buat pola rosetta di satu sisi cup untuk membuat sayap. Kemudian, bentuk pola heart kecil, membentuk badan swan, dorong milk jug ke depan agar dapat membentuk pola tulip. Lanjutkan dengan bikin tarikan garis membentuk huruf U untuk leher angsa. Posisikan milk jug mendekati krema kopi. Last touch, bikin pola heart kecil untuk bagian kepala

Etching

Selain menggunakan teknik free pouring, kamu juga bisa mempercantik hasilnya dengan “melukis” di atas kopi. Ini disebut teknik etching atau menggunakan alat bantu seperti tusuk gigi atau stik dari metal.  Kamu juga bisa menambahkan sirup atau saus cokelat. Bentuk busa-busa susu menjadi pola seperti wajah binatang, atau pola bunga yang lebih artsy. Happy brewing!

 

Naskah: Nindy Zetizen Team

Editor naskah: Shika Zetizen Team

Video: Ical Zetizen Team

Editor Video: Kresna Zetizen Team

 

Gracia Pinontoan
Gracia Pinontoan, 16
Sulawesi Utara
600 poin
joined 3 minutes ago
Stella Lengkong
Stella Lengkong, 16
Sulawesi Utara
600 poin
joined 5 minutes ago