Zetizen.com - Akhir-akhir ini negara kita lagi dilanda isu tentang wacana pembekuan KPK. Kalau KPK dibekukan, para koruptor bakal berkeliaran dong? Yang jelas sebelum berpikir ke situ, kita harus berkaca sama diri sendiri dulu. Soalnya, kegiatan korupsi bukan hanya mengambil uang negara loh. Hal-hal kecil yang sehari-hari kita lakukan ini sebenarnya juga bisa disebut korupsi. Yuk jangan dibiasakan!  

 

Foto: Huffington Post

1. Uang Kembaliannya Mana?
Saat diminta orang lain untuk membeli barang, adakalanya kita di beri uang berlebih dan akan memperolah uang kembalian. Misalnya ketika disuruh ortu beli minyak goreng seharga Rp. 35.000 dan dikasih uang pecahan Rp.50.000, sisa yang Rp. 15.000-nya kita simpan sendiri. Entah lupa atau sengaja uang kembalian itu nggak kita kembalikan kepada yang punya. Be careful guys, kalau sengaja melakukan hal ini,bisa jadi ini bibit dari korupsi yang lebih besar loh. 

 

Foto: Huffington Post

2. Damai Saja ya Pak Polisi
Waduh, sepertinya kalau bertemu polisi, bawaannya mau lari. Apalagi kalau ternyata kita kena tilang nih. Kalau sudah kena tilang maka jurus terjitu adalah dengan meminta damai disertai dengan menyerahkan beberapa lembar uang atau istilah nya "uang rokok". Well, kalau ini sih sudah jelas
kalau menyogok agar kita tidak jadi untuk sidang tilang di pengadilan.

 

Foto: Time

3. Maaf Saya Terlambat
Ah, terlambat kan bukan tentang uang jadi mana mungkin itu korupsi? Eits, kata siapa korupsi harus tentang uang. Waktu juga bisa lo di korupsi. Contohnya ini nih soal telat datang. Karena dengan telat datang kita juga sudah merugikan orang lain yang sudah lebih dahulu datang. Misalnya pas telat datang rapat organisasi. Gara gara kamu belum datang, rapatnya jadi molor dan waktu orang lain terbuang. Hayo, budaya telat jangan dipelihara, yah!

 

Foto: Huffington Post

4. Bohong ke Orang Tua
Waduh mungkin sebagian besar dari kita sering melakukan ini. Biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berada jauh dari orang tua mereka untuk mendapatkan dana tambahan. Misalnya pas lagi perlu beli buku paket, harga bukunya Rp. 56.000, tapi kamu bilangnya Rp. 60.000. Meski selisihnya nggak banyak dan orang tuamu ikhlas, kebiasaan ini berbahaya sekali loh. Bayangin kalau kelak dewasa kamu memegang jabatan penting dan masih nerapin kebiasaan "membulatkan uang". Yang rugi rakyat banyak, guys!

 

Foto: BBC

5. Mengganti Nominal Bon/Kwitansi
Ini hampir mirip kasusnya sama uang kembalian, tapi yang ini lebih parah karena mengganti nominal di kwitansi atau bon. Kegiatan ini juga bisa dengan meminta bon atau kwitansi kosong kepada penjual, sehingga kita bisa menulis sendiri berapa nominal yang akan dituliskan di situ. Yap, kasus ini kadang dilakukan kalau kita lagi membeli barang titipan untuk keperluan event atau organisasi.

Hayo siapa yang masih sering melakukan kebiasaan di atas? Meskipun saat ini status kita hanya sebagai pelajar, tapi bibit koruptor itu juga bisa terbentuk dari kebiasaan yang kita lakukan loh. Jadi, yuk mulai perubahan dari diri sendiri!

 

Editor: Fahri Syadia

Share
Create Your Own Article!