Misi Terakhir Pesawat Cassini, Masuki Atmosfer Planet Saturnus dari Jarak Terdekat
| 13 comments

Zetizen.com - Apa nama planet bercincin? Yap, Saturnus!

Nah, sejak 1997, agensi luar angkasa NASA (National Aeronautics and Space Administration), Italian Space Agency dan ESA (The European Space Agency) meluncurkan pesawat tanpa awak bernama Cassini buat mengorbit di planet Saturnus. Setelah 12 tahun, akhirnya Cassini bakal mengakhiri misinya di bagian terdekat cincin Saturnus untuk pertama kalinya. Seperti apa?

 

Orbit Cassini (biru) dan lintasan terakhir (merah) di lingkar cincin Saturnus (foto: NASA)

Sejak Minggu (4/12) lalu, untuk pertama kalinya Cassini mengorbit menembus cincin Saturnus. Misi antariksa Cassini kali ini adalah mengorbit di bagian F-ring atau lingkar luar dari cincin Saturnus di jarak 640,000 kilometer.

Misi ini bertujuan mempelajari satelit dan juga permukaan planet Saturnus dan juga cincinnya yang terkenal. Pesawat nirawak yang menghabiskan dana Rp 42,8 triliun ini rencananya akan mengakhiri misinya pada 2017 mendatang, tepatnya saat Cassini berhasil menyentuh permukaan Saturnus pada jarak 2,400 km aja (lihat ilustrasi atas).

Nah, di misi terakhirnya, Cassini akan mengorbit 22 kali untuk membawa banyak data untuk diungkap, salah satunya tentang satelit alami terbesar Saturnus, yaitu Titan. Nggak heran, misi terakhir ini jadi yang paling penting, namun cukup membahayakan. 

"Temuan Cassini kali ini sangat luar biasa sekaligus menantang karena pesawat harus mengorbit melewati cincin raksasa Saturnus," ungkap Linda Spilker, Cassini project scientist.

Pesawat ini harus memberanikan diri terlebih dahulu untuk masuk ke dalam cincin saturnus. Meski sangat beresiko tinggi, namun Cassini bisa melewati fase pertama dan mendapatkan gambar permukaan kutub dari Planet Saturnus, dan juga data tentang satelit Janus dan Epimetheus.

 

Kutub Saturnus yang difoto oleh Cassini (foto: NASA)

 

Ilustrasi pesawat Cassini mengorbit pada planet Saturnus (foto: NASA)

 

Selanjutnya, NASA akan memulai langkah berikutnya, yaitu terbang mendekat menuju tempat pertengahan dimana cincin dan Planet Saturnus berada. Tujuannya, untuk mengambil lebih banyak sampel serta data. Diperkirakan, 15 September menjadi tanggal dimana Cassini akan mengorbit sebanyak 22 kali untuk menembus cincin serta atmosfer planet ini, alhasil fase ini menjadi akhir dari misi Cassini yang membuat dirinya hancur di planet tersebut.

Alasan NASA untuk sekaligus menghancurkan pesawat Cassini di Saturnus adalah dikarenakan Cassini akan membawa sejenis mikroba yang bisa membahayakan jika kembali ke bumi.

Sebenarnya NASA sendiri sudah berancang-ancang untuk melakukan hal tersebut sejak lama, mengingat bahan bakar pada pesawat tersebut mulai menipis dan diperkirakan nggak lama lagi untuk tetap mengorbit. Dan baru di tanggal 4 Desember kemarin NASA berhasil mewujudkan langkah pertama di fase akhir tersebut.

 

 

 

Sumber: NASA, Gizmodo, SPACE

Editor: Wika

 

 

 

Ali Faisal
Ali Faisal, 16
Jawa Timur
100 poin
joined 3 hours ago
Muhammad Nurfaizi Aufa
Muhammad Nurfaizi Aufa, 16
Kalimantan Utara
12100 poin
joined 4 hours ago